Semua artikel
Imunisasi

Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

25 Juni 202614 menit baca

Imunisasi dasar lengkap melindungi bayi dari penyakit berbahaya yang dapat dicegah.

Imunisasi dasar lengkap adalah langkah krusial untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit menular berbahaya, seperti hepatitis B, polio, tuberkulosis (TBC), difteri, pertusis (batuk rejan), dan campak. Melalui panduan dari Kementerian Kesehatan RI, pastikan buah hati Anda mendapatkan vaksinasi tepat waktu untuk membangun kekebalan tubuhnya sejak dini.
Mengapa Imunisasi Dasar Sangat Penting?
Sistem kekebalan pada bayi baru lahir belum terbentuk dengan sempurna, sehingga mereka sangat rentan terhadap infeksi kuman dan virus. Imunisasi bekerja dengan cara merangsang sistem imun tubuh untuk memproduksi antibodi khusus tanpa membuat bayi menjadi sakit.
Jika bayi terinfeksi penyakit berbahaya seperti difteri atau tetanus tanpa memiliki perlindungan vaksin, dampak yang ditimbulkan bisa sangat fatal, termasuk menyebabkan kecacatan permanen atau kematian.
Jenis Imunisasi Dasar Lengkap dan Manfaatnya
Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan pemerintah, berikut adalah rangkaian imunisasi wajib yang diberikan sebelum bayi berusia satu tahun:
  • Hepatitis B (HB-0): Diberikan segera setelah lahir (maksimal 24 jam) untuk mencegah kerusakan hati akibat virus Hepatitis B.
  • BCG: Diberikan pada usia 0-1 bulan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) berat seperti meningitis TB.
  • Polio: Diberikan sejak lahir dan diulang pada usia 2, 3, dan 4 bulan untuk mencegah kelumpuhan akibat virus polio.
  • DPT-HB-Hib: Diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan untuk melindungi bayi dari lima penyakit mematikan sekaligus: Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, dan Hemophilus influenzae tipe b (Hib) yang dapat menyebabkan pneumonia.
  • Campak/MR: Diberikan pada usia 9 bulan untuk mencegah penyakit campak dan rubella yang dapat memicu komplikasi serius.
  • Manfaat Ganda Imunisasi
    Selain memberikan perlindungan individu untuk bayi Anda, imunisasi dasar lengkap yang dilakukan secara massal juga membantu menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Hal ini akan memutus rantai penularan penyakit di lingkungan sekitar dan melindungi anak-anak lain yang karena kondisi kesehatannya belum bisa diimunisasi.
  • Bahaya kalau anak tidak di imunisasi
    Kalau anak tidak diberikan imunisasi dasar lengkap, maka tubuhnya tidak mempunyai kekebalan yang spesifik terhadap penyakit tersebut. Bila kuman berbahaya yang masuk cukup banyak maka tubuhnya tidak mampu melawan kuman tersebut sehingga bisa menyebabkan sakit berat, cacat atau meninggal.
    Anak yang tidak diimunisasi akan menyebarkan kuman-kuman tersebut ke adik, kakak dan teman lain disekitarnya sehingga dapat menimbulkan wabah yang menyebar kemana-mana menyebabkan cacat atau kematian lebih banyak.
    Oleh karena itu, bila orangtua tidak mau anaknya diimunisasi berarti bisa membahayakan keselamatan anaknya dan anak-anak lain disekitarnya, karena mudah tertular penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan sakit berat, cacat atau kematian.

  • " Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk melengkapi imunisasi dasar bayi kita, agar terhindar dari sakit berat, kematian atau cacat, dan mencegah penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi yang lebih luas kepada anak-anak lain."

  • Untuk memastikan status vaksinasi bayi Anda, manfaatkan layanan pemeriksaan rutin dan imunisasi gratis yang disediakan pemerintah melalui Puskesmas atau Posyandu terdekat.
Bagikan: Facebook TwitterWhatsApp