Semua artikel
Imunisasi

Kenali Efek Samping Imunisasi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

17 Juli 20262 menit baca

Efek imunisasi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah respons biologis normal yang menandakan sistem kekebalan tubuh sedang bekerja membentuk antibodi. Efek samping yang paling umum berupa demam ringan, rewel, nyeri, bengkak atau kemerahan di area bekas suntikan, serta lemas yang biasanya hilang dalam 1-2 hari.

Sebagai orang tua, melihat bayi mendapatkan suntikan imunisasi mungkin menimbulkan perasaan campur aduk. Di satu sisi, Anda tahu imunisasi penting untuk melindungi si kecil dari penyakit berbahaya, namun di sisi lain, ada kekhawatiran mengenai efek samping yang mungkin muncul.

Efek Samping Imunisasi yang sering terjadi

1. Demam Ringan

Ini adalah reaksi yang paling sering terjadi. Demam menunjukkan bahwa tubuh bayi sedang merespons antigen di dalam vaksin. Biasanya, demam muncul dalam 24 jam pertama setelah penyuntikan.

2. Nyeri, Kemerahan, atau Bengkak di Area Suntikan

Kulit di tempat jarum suntik masuk mungkin akan sedikit memerah, terasa hangat saat disentuh, atau sedikit mengeras (benjolan kecil). Hal ini biasanya pulih dalam 2-3 hari.

3. Bayi Menjadi Lebih Rewel

Si kecil mungkin akan menangis lebih sering atau terlihat gelisah karena merasa tidak nyaman pada area bekas suntikan atau karena rasa pegal di tubuhnya

4. Kurang Nafsu Makan dan Merasa Mengantuk

Beberapa bayi mungkin tidur lebih lama dari biasanya atau terlihat kurang bersemangat saat menyusu tak lama setelah imunisasi. Hal ini wajar selama bayi tetap mau menyusu dan tidak menunjukkan tanda dehidrasi.

Cara Mengatasi Efek Samping Pasca Imunisasi di Rumah

Jika si kecil menunjukkan gejala ringan di atas, Anda tidak perlu panik. Lakukan langkah-langkah berikut:

▪ Berikan Kompres Dingin: Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin (bukan air es) pada area bekas suntikan untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak.

▪ Berikan Cairan Lebih Banyak: Pastikan bayi mendapatkan cukup ASI atau susu formula untuk mencegah dehidrasi, terutama jika ia mengalami demam.

▪ Gunakan Pakaian Nyaman: Pakaikan baju yang tipis dan berbahan katun agar panas tubuhnya bisa keluar dengan mudah. Jangan menyelimuti bayi secara berlebihan saat demam.

▪ Berikan Obat Penurun Panas (Sesuai Anjuran Dokter): Jika demam membuat bayi sangat tidak nyaman, Anda bisa memberikan parasetamol khusus bayi sesuai dosis yang disarankan oleh dokter anak atau petugas

Kapan Harus ke Dokter ?

Meskipun jarang terjadi, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai sebagai reaksi yang lebih serius. Segera bawa bayi ke dokter atau fasilitas kesehatan jika:

1.   Demam sangat tinggi (di atas 39°C).
2.   Bayi menangis terus-menerus tanpa henti selama lebih dari 3 jam (high-pitched cry).
3.   Muncul reaksi alergi seperti gatal-gatal di seluruh tubuh, bengkak pada wajah atau tenggorokan, dan sesak napas.
4.   Bayi mengalami kejang (biasanya terkait demam tinggi/kejang demam).
5.   Bayi terlihat sangat lemas dan tidak merespons rangsangan.

Efek samping imunisasi pada bayi umumnya tidak berbahaya dan jauh lebih ringan dibandingkan risiko penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin tersebut. Dengan pemantauan yang tepat dan penanganan sederhana di rumah, si kecil akan kembali ceria dalam waktu singkat. "
Bagikan: Facebook TwitterWhatsApp